Pemerintah Desa Sungai Ular, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, sukses dalam melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) pada Selasa, 12 Agustus 2025, di Aula Kantor Desa. Acara ini diselenggarakan untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), PKK, LPMD, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pemerintah Kecamatan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sei Ular, Misran, menekankan pentingnya peran aktif seluruh masyarakat. “Musrenbangdes ini adalah wadah bagi kita semua untuk menyepakati program-program prioritas. Setiap usulan yang masuk akan kita bahas bersama demi kemajuan desa,” ujarnya.
Selama sesi musyawarah, berbagai usulan dari masyarakat, termasuk dari Dusun Sei Makam, dicatat dan dibahas. Beberapa usulan yang disepakati untuk dimasukkan ke dalam RKPDes 2026 meliputi:
* Pengadaan kursi plastik untuk pengajian wanita.
* Pembangunan rabat beton di Parit Raja.
* Pemasangan 20 unit lampu jalan.
Acara ini menegaskan komitmen Pemerintah Desa dalam menciptakan proses perencanaan pembangunan yang partisipatif dan transparan. RKPDes yang dihasilkan akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan pembangunan dan penggunaan anggaran desa di tahun mendatang.
Setelah disepakati, dokumen RKPDes akan diserahkan kepada BPD untuk dievaluasi dan disahkan menjadi Peraturan Desa. Misran berharap, “Dengan RKPDes yang disusun secara kolaboratif ini, pembangunan di Desa Sei Ular bisa lebih efektif dan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat.
“Pada kesempatan itu, Persadanta Sembiring, S.H., M.A.P., selaku Kepala Kecamatan Secanggang perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Langkat, memberikan arahan terkait beberapa usulan. Ia menjelaskan bahwa usulan untuk karang taruna akan dikoordinasikan lebih lanjut. Sementara itu, usulan terkait pembangunan masjid atau musala yang sudah tiga tahun bisa diajukan kembali. Ia juga mendorong masyarakat untuk bergabung dalam koperasi desa dan meminta PKK untuk berkoordinasi terkait kebutuhan seperti mesin jahit. MD